Wakil Ketua I DPRD Hadiri Pesta Adat Marimpa Salo

Wakil Ketua I DPRD Hadiri Pesta Adat Marimpa Salo

Humas DPRD Sinjai  Rabu, 10 Oktober 2018.   Wakil Ketua I DPRD Sinjai, Jamaluddin hadir dan mengikuti rangkaian prosesi, Pesta Adat Mari

Wakil Ketua DPRD Hadiri Malam Pelepasan Bupati dan Wabup Sinjai
Konsultasi Publik Ranperda Tahun 2017
Peringatan HJS 453, Sabirin Yahya Beberkan Sejumlah Keberhasilan Sinjai.

Humas DPRD Sinjai 

Rabu, 10 Oktober 2018.

 

Wakil Ketua I DPRD Sinjai, Jamaluddin hadir dan mengikuti rangkaian prosesi, Pesta Adat Marimpa Salo, yang di laksanakan di Sungai Bua, dan sebagai tuan rumah untuk tahun ini (2018) adalah Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe, Rabu, 10/10/2018.

Marimpa salo adalah tradisi adat yang syarat akan nilai budaya masyarakat pesisir, khususnya masyarakat Desa Bua dan Desa Sanjai, yang menyiratkan makna persatuan dan kesatuan.

Secara harfiah, Marimpa Salo adalah menghalau sungai dan dalam artian pesta adat ini, Marimpa Salo memiliki makna menghalau ikan di sungai, Tradisi ini berawal ketika rakyat di Kedatuan Baringeng, mempersembahkan hasil tangkapan ikan nelayan yang melimpah kepada datu.

Hadir dalam tradisi adat tersebut, Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa, Sekretaris Kabupaten Sinjai Akbar Mukmin, Kasubdit Pengetahuan dan Ekspresi Budaya Tradisional Kemendikbub Sri Lestari Yati, Hadiri juga mantan Bupati Sinjai Andi Rudianto Asapa, mantan Wakil Bupati Sinjai Andi Fajar Yanwar, unsur Forkopimda dan jajaran OPD.

Kepala Desa Bua, Andi Azis Soi dalam sambutanya mengungkapkan, bahwa prosesi adat marimpa salo ini terlaksana atas kerja sama seluruh pihak, tradisi ini adalah merupakan bagian dari upaya pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan kearifan lokal yang dimiliki.

Selain itu, Bupati Sinjai, Andi Seto Ghadista Aspa, dalam sambutanya menyampaikan, tradisi adat ini sarat dengan makna dan nilai filosofi yang positif dan Untuk itu, secara pribadi, ia mengucapkan terima kasih khususnya kepada Pemerintah dan masyarakat Desa Bua atas terselenggaranya pesta adat marimpa salo ini.

“Sebagai warga Sinjai kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena daerah kita ini menyimpan banyak potensi budaya, yang apa bila dikemas dengan baik akan menjadi aset tidak bernilai harganya untuk membentuk karakter dan budi pekerti masyarakat yang tangguh serta dapat menjadi penopang dalam pengembangan industri parawisata,” ujar Seto.(Ich)

Komentar Facebook