Lokakarya Program Hibah air minum perkotaan 2018

HUMAS_DPRD, Jakarta, 23/10/2017. Ketua DPRD Sinjai, Abdul Haris Umar, Direktur PDAM Sinjai, Suratman, serta pemerintah Kabupaten Sinjai yang diwakili

Rapat Paripurna LKPJ TA 2016 dan Penyertaan modal daerah
Rapat paripurna penyerahan 9 ranperda
DPRD Sinjai terima aspirasi masyarakat Borong

HUMAS_DPRD, Jakarta, 23/10/2017. Ketua DPRD Sinjai, Abdul Haris Umar, Direktur PDAM Sinjai, Suratman, serta pemerintah Kabupaten Sinjai yang diwakili oleh Asisten II Setdakab Sinjai Hj. Nikmat B Situru, mengikuti lokakarya penyiapan pelaksanaan program Hibah air minum perkotaan TA 2018, yang dilaksanakan di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Selasa, 23/10/2017.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian PUPR ini, dilaksanakan dalam rangka mempercepat peningkatan cakupan pelayanan air minum perpipaan yang diprioritaskan bagi Masayarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang secara umum sebagai upaya meningkatkan derajat kualitas kesehatan masyarakat.

Olehnya itu, dalam undangan yang dikirimkan melalui media on line ini, pemerintah daerah diminta untuk membawa beberapa dokumen atau data seperti, Perda atau draft Penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada PDAM, RKA/DPA Penyertaan Modal Daerah kepada PDAM dalam APBD TA 2018, dan surat pernyataan idle capacity dari direktur utama PDAM setempat.

Untuk mendapatkan dana hibah dari Program Hibah Air Minum ini, Pemda melalui PDAM disyaratkan untuk melakukan investasi terlebih dahulu jaringan perpipaan hingga ke sambungan ke rumah-rumah MBR yang telah diusulkan sebelumnnya, yang nantinya investasi yang dikeluarkan akan diganti oleh dana APBN melalui program ini, dan pencairannya dilakukan setelah dilakukan verifikasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Tim Teknis Kementerian PUPR bahwa MBR yang menerima bantuan program ini sesuai dengan kriteria yang sudah ada.

Program Hibah Air Minum Perkotaan ini digulirkan sejak tahun 2010. Pada periode 2010-2015, pendanaan program ini menggunakan APBN yang berasal dari dana bantuan pemerintah Australia dan Amerika Serikat. Pada tahun 2016, dana APBN dari rupiah murni mulai masuk untuk membiayai program ini dan dilanjutkan pada tahun 2017. Hingga tahun 2019.

Komentar Facebook

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0